BeritaJuly 1, 2009 12:52 am

Diserang Prabowo,Boediono MelawanJakarta (Bali Post)
Cawapres Boediono mulai berani menyerang pada debat kedua calon wakil presiden yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa (30/6) malam kemarin di Ruang Birawa, Gedung Bidakara, Jakarta. Perlawanan Boediono dilakukan setelah cawapres Prabowo dan cawapres Wiranto beberapa kali menyentil dalam acara debat yang kali ini bertema ‘Meningkatkan Kualitas Hidup’ yang difokuskan pada isu kesehatan dan pendidikan.

Di awal acara, debat yang dimoderatori Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Fahmi Idris ini terlihat cair. Ketiga cawapres diberi kesempatan saling menanggapi sosok pribadi masing-masing. Di antara ketiganya, Wiranto mengaku mengenal sosok Prabowo Subianto dan Boediono, begitu pula sebaliknya. Sementara Prabowo Subianto dan Boediono tegas mengatakan tidak kenal secara pribadi.

‘Saya kenal beliau aktif di militer, bukan kenal secara pribadi, tetapi kan nama beliau sudah beken. Waktu itu di pemerintahan begitu juga sudah mengenal beliau,’ kata Boediono. Sementara Prabowo mengatakan, Boediono adalah sosok akademisi, intelektual, dan mengabdi kepada bangsa dan negara cukup lama. Meski diakuinya tidak kenal secara pribadi, karena tidak pernah bertugas bersama.

Namun, suasana cair yang dibangun terlihat agak tegang saat acara debat memasuki sesi pertanyaan dengan saling menanggapi pernyataan antarcawapres. Perlawanan Boediono terlontar saat pertanyaan moderator mengenai langkah dan program cawapres tentang bagaimana policy, arah pendidikan bangsa ini ke depan dikaitkan dengan pendidikan keterampilan dan akademik.

Boediono yang mendapat giliran pertama menjawab bahwa pendidikan adalah kunci. Untuk itu, harus cermat menggunakan 20 persen yang diamanatkan konstitusi dan harus tepat dalam menentukan arah pendidikan itu. ‘Jangan dipatok mati, nanti tidak fleksibel antara kejuruan dan umum, barangakli rasionya 60 kejuruan, dan 40 umum,’ kata Boediono.

Untuk memastikan akan digunakan atau tidak, tergantung situasi dari waktu ke waktu. Terpenting, kata Boediono, yang diperlukan adalah kualitas manusia Indonesia yang memerlukan pendidikan mendasar seperti logika dan penghitungan mendasar yang dimulai dari bawah.

Cawapres Wiranto yang diberi kesempatan menanggapi, mengawalinya dengan nada bercanda, boleh dekat-dekat, sambil menuju arah Boediono. Dia lalu berpendapat bahwa sebagian setuju, sebagian kurang sependapat, karena menceredaskan pendidikan bangsa adalah tugas negara. Padahal, globalisasi diwarnai persaingan luar biasa. Karena itu, globalisasi harus yang berdaya saing agar tidak kalah dengan bangsa lain. ‘Untuk itu, bagi saya antara keterampilan dan akademi, kita kekurangan dengan apa yang disebut manajemen modern. Harus ada keseimbangan antara kejuruan dan umum. Salah antisipasi, kita akan kalah,’ ujarnya.

Sementara cawapres Prabowo meresponsnya dengan mengatakan bahwa jawaban Boediono terlalu normatif. Memang tidak ada salah, tetapi itu seperti jawaban akademis, jawaban sekolah. ‘Masalahnya yang kita hadapi sekarang adalah dari mana uangnya,’ tanyanya.

Diakuinya, dirinya menyadari bahwa pendidikan vital, pendidikan kunci dari perubahan strategi baru, paradigma baru, haluan baru. ‘Ini koreksi dari satu keadaan yang tidak mau membawa kesejahteraan kepada rakyat Indonesia,’ sindirnya.

Mendengar sindiran tersebut, Boediono mulai berani menunjukkan perlawanannya. Dia mengatakan bahwa program yang ditawarkan Prabowo jika terpilih hanya program impian belaka. Uang dikatakan Prabowo dapat diperoleh dalam jumlah ratusan triliun dalam tempo dua tiga tahun melalui penjadwalan utang, yang dibenarkan PBB dan millennium development goal, menurut Boediono, tidak akan terealisasi. Itu suatu yang perlu dikaji kembali.

‘Tidak mungkin kita mendapatkan jumlah cukup besar, sehingga kemudian dapat melipatkan dua kali anggaran dengan penjadwalan utang. Ini adalah kenyataan dunia, kenyataan yang kita hadapi. Bukan mimpi. Oleh karena itu, kita harus kongkret, realistis, apa yang kita lakukan satu dua tahun ke depan. Yang paling penting adalah kemampuan membiayai dari dalam negeri dan membatasi pengeluaran-pengeluaran,’ ujarnya.

Sindiran Boediono tersebut, dijawab kembali Prabowo saat diberi kesempatan pada sesi penutupan acara debat. ‘Tadi Pak Boediono mengatakan saya hanya tebar impian. Bukan impian Pak Boediono. Yang kami tebar adalah harapan baru, atau kita laksanakan suatu perubahan besar,’ kata Prabowo.

Bahkan, Prabowo mengatakan apakah masih perlu melanjutkan program yang sudah jelas tidak mampu membawa rakyat ke arah perubahan. ‘Kita merebut kembali kedaulatan ekonomi, kita rebut kembali kekayaan nasional kita. Kembali untuk dimanfaatkan oleh rakyat Indonesia semua. Itu pilihan yang ada di depan kita. Ibu Mega dan saya sendiri mengajak mari kita lakukan perubahan besar,’ kata Prabowo. (kmb4)

UncategorizedJune 18, 2009 8:17 am
Mega-Prabowo Tambah Dua Menko
JAKARTA - Capres-cawapres Megawati Soekarnoputri dan Prabowo tak ingin ekonomi kerakyatan sekadar slogan. Karena itu, apabila kelak memenangi pemilihan presiden (pilpres), duet capres nomor urut satu itu berencana menambah dua kementerian koordinator di luar Menko Polhukam dan Menko Perekonomian. Dua kementerian itu adalah Menko Pertanian dan Menko Kelautan.

‘’(Dua kementerian) Itu merupakan bagian dari kebangkitan ekonomi kerakyatan. Dua pos Menko ini harus ada,'’ kata Sekretaris II Tim Kampanye Nasional Mega-Prabowo Hasto Kristianto di kantornya, Jakarta, kemarin.

Menurut Hasto, gagasan itu awalnya datang dari Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) DPP PDIP Taufiq Kiemas. Hasto menyebutkan, berbeda dengan fokus kebijakan ekonomi SBY yang berpijak pada pengendalian moneter, Mega memprioritaskan pengembangan ekonomi riil yang membuka lapangan kerja bagi rakyat. ‘’Dua Menko itu nanti fokus menangani sektor ekonomi riil. Sedangkan Menko Perekonomian mengontrol sektor ekonomi makro, seperti kebijakan moneter dan fiskal,'’ ungkap anggota DPR dari PDIP itu. Dia mencontohkan, program sertifikasi tanah, tata ruang, pengembangan lahan pertanian, dan berbagai turunannya akan menjadi lingkup kewenangan Menko Pertanian.

Meski sudah merancang desain struktur kabinet, nama-nama menteri yang akan didudukkan belum ada. ‘’Desain struktur kabinetnya dulu, nama-nama (menteri)-nya menyusul,'’ kata Hasto.

Sedangkan kubu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono enggan membocorkan desain kabinet, termasuk kandidat menteri yang disiapkan. Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan, pihaknya tidak tertarik menjadikan susunan kabinet sebagai isu kampanye. Menurut dia, materi kampanye SBY-Boediono lebih terfokus pada visi-misi dan program aksi yang gamblang untuk lima tahun ke depan. (pri/agm)

BeritaMay 27, 2009 8:28 am
Gerindra Tanggapi Terbuka Ajakan Hatta
Mevi Linawati
Hatta Rajasa

INILAH.COM, Jakarta - Partai Gerindra menyambut baik ajakan Ketua Tim Sukses Hatta Rajasa terkait kampanye damai. Hal tersebut dilakukan terkait kian gencar saling serang anatar berbagai tim sukses kandidat capres-cawapres.

"Belum ada secara resmi, dan saya kira ajakan itu ajakan yang baik. Karena kita menginginkan adanya kampanye politik yang santun dan baik," kata Sekretaris Umum Tim Kampanye Mega-Prabowo, Fadli Zon di Mega-Prabowo Media Center, Jakarta, Selasa (26/5).

Menurut Wakil Ketua Umum Wakil Partai Gerindra ini, pihaknya menyayangkan jika ada pihak-pihak yang menyerang bakal cawapres Prabowo Subianto. Seperti yang dilakukan Juru Bicara Tim Sukses Boediono, Rizal Mallarangeng.

"Tapi siapa yang serang duluan, kita tidak mau serang balik. Hanya klarifikasi terhadap pernyataan Rizal, jangan sampai di pukul air muncrat ke muka sendiri," imbuhnya.

Berbagai kritikan seperti mahzab ekonomi kerakyatan yang dianut dan gaya hidup, dikatakan dia, bukanlah merupakan black campaign. "Tidak, saya kira itu kampanye biasa," ucapnya.

Black campaign, tutur dia, adalah pernyataan yang tidak diketahui sumbernya. Seperti memunculkan selebaran gelap dan tulisan-tulisan di internet yang isinya menjelek-jelekkan tanpa identitas yang jelas.

"Kalau negative campaign itu ada identitas siapa yang mengeluarkannya. Bagi kami tidak ada masalah selama ada yang bertanggungjawab," jelasnya.

Karenanya, dia mengaharapkan dapat diberikan kesempatan berdebat dengan adik kandung Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng. "Makanya saya pertanyakan Rizal itu sebagai apa. Kalau saya mau sekali debat ekonomi kerakyatan sama dia, sangat senang hati" tandasnya seraya menantang. [jib]

Berita 8:26 am
Politik ‘Pacu Kuda’ Prabowo
Herdi Sahrasad
Prabowo Subianto
[inilah.com/Noerma]

INILAH.COM, Jakarta – Keterbukaan Prabowo Subianto kepada publik untuk melihat sendiri laporan KPK atas harta kekayaannya, menunjukkan transparansi dan akuntabilitasnya sebagai seorang anak bangsa yang profesional. Uang diraupnya dari beragam bidang usaha.

Prabowo menjadi calon wapres multidimensi. Dia dianggap sebagai cawapres terkaya. Tapi, dia juga diejek kalangan yang sinis terhadapnya dengan tuduhan pelanggar hak asasi manusia (HAM).

Toh, Prabowo terus tampil secara otentik dan apa adanya. Dia membuka diri bagi KPK dan publik untuk menghitung pula kekayaannya. Dia berkuda sekaligus berpolitik, berkali-kali jatuh dan bangkit lagi, seakan tak pernah menyerah. Dia energik. Akankah politik Prabowo bakal merambah?

Prabowo bersikap legowo atas kritik pedas dari Goenawan Mohamad dan para aktivis HAM soal dirinya. Tapi banyak orang tahu bahwa Goenawan bisa maju antara lain justru oleh sentuhan Prof Sumitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo, yang peduli atas karir Goenawan sebagai wartawan.

Prabowo pernah kalah mengikuti konvensi Golkar. Dia pernah pula kalah dalam ‘rivalitas di TNI’. Tapi, dia bangkit dengan energi yang seakan jatuh dari langit. Setelah disingkirkan dari ketentaraan, dia berpindah haluan menjadi pengusaha. Hasilnya, assetnya meluap bagai arus air Niagara.

Tak dinyana, sebagai pengusaha, Prabowo justru meroket dalam keberhasilan dan keberlimpahan. Tak hanya di bidang militer dia piawai, di bidang dunia usaha, Prabowo sejatinya sangat gigih dan profesional. Assetnya berlimpah.

Sebagai cawapres, Prabowo sudah mendaftarkan binatang peliharaan kuda berjumlah 84 ekor, yang membuat dia menjadi cawapres terkaya dengan total harta Rp 1,6 triliun. Mantan Panglima Kostrad itu mendaftarkan kuda, binatang peliharaan, sebagai harta kekayaan karena ternyata harganya melebihi mobil mewah.

Mobil sedan BMW 750Li saja berharga sekitar Rp 2,5 miliar. Mercedes Benz terbaru, seri E300, sekitar Rp 1,3 miliar. Kuda-kuda milik Prabowo, harganya mencapai Rp 3 miliar. Tidak ada orang lain di Indonesia yang punya kuda dengan nilai semahal itu. Ada yang menyebut pula bahwa harga kuda-kuda itu, mungkin termahal di Asia.

Selain ditunggangi sendiri, kuda-kuda peliharaan Prabowo juga dapat menghasilkan uang. Hewan-hewan itu disewakan kepada orang umum yang ingin kursus menunggang kuda. Orang umum dapat menjadi anggota untuk latihan menunggang kuda. Biaya sewa kuda dan pelatih Rp 500.000 untuk durasi 45 menit.

Peserta kursus menunggang kuda yang dibolehkan berlatih minimum berusia enam tahun. “Dana dari penyewaan kuda itu cukup bagus,” kata seorang staf Prabowo.

Kini Prabowo tak hanya pacu kuda di lapangan. Di gelanggang politik, dia harus berpacu dengan capres-wapres yang lain untuk memenangkan perlombaan ‘balapan politik’ meraih simpati publik dan konstituen.

Sudah tentu, Prabowo bermaksud ingin mengabdi kepada rakyat negeri ini dengan mengikuti kontestasi pemilihan presiden 2009. Soal menang atau kalah, Prabowo berwatak legowo. Yang penting baginya, pemilu harus jurdil dan bermartabat. Jika pemilu tak jurdil dan tak bermartabat, orang tahu bahwa pihak yang menang bakal kuwalat.

“Jadi, pemilu jurdil, bersih dan bermartabat adalah prasyarat bagi kepemimpinan yang amanah. Jika proses pemilu presiden nanti buruk, tak bersih dan tak jurdil, maka siapapun pemenangnya, akan nelangsa karena mengingkari amanat rakyat. Pemerintah dan KPU yang mesti bertanggung jawab dan bertanggung gugat,” kata pemerhati politik Hariman Siregar, mantan tokoh Malari.

Sigit Pamungkas dari Fisipol-UGM melihat Prabowo baru jadi cawapres saja sudah mengejutkan dan mencemaskan lawan politiknya. “Prabowo seakan sang pendobrak dan sebaiknya merambah pasar Islam dan mendorong umat Islam memilihnya, demi memperbesar suaranya dalam pilpres,” ujarnya.

Prabowo tak membolehkan para pendukung dan tim suksesnya melakukan black campaign. Bahkan dia membiarkan saja lawan-lawan politik menyudutkan dirinya dengan isu HAM. Prabowo makin matang, meminta maaf atas kesalahannya di masa lalu dan bersikap apa adanya.

Prabowo tampil genuine, apa adanya, dan punya daya dobrak. Orang yakin JK-Wiranto dan Mega-Prabowo mampu menggagalkan SBY untuk menang satu putaran. Jika terjadi dua putaran, SBY pasti deg-degan. “Apalagi jika Mega-Prabowo yang lolos ke putaran kedua, pasti JK-Win mendukung mereka. Dan, pasti SBY lebih deg-degan lagi,” ungkap Umar S Bakry, pengamat politik.

Kembalinya Prabowo ke gelanggang politik melalui Gerindra, seakan menuruti alur langkahnya untuk kembali berkuda. Tak menyerah, dan terus menembus sejarah. [I4]

UncategorizedMay 25, 2009 6:20 am


 
[RAKA DENNY/JAWA POS]
SAMBUT SIMPATISAN: Megawati (kiri) dan Prabowo saat deklarasi capres-cawapres di Tempat Pembuangan Akhir Bantar Gebang, Bekasi, kemarin.

Deklarasi Mega-Prabowo Merahkan Bukit Sampah

UncategorizedMay 14, 2009 8:01 am
[ Kamis, 14 Mei 2009 ]
PDIP dan Gerindra Hitung Plus Minus Duet Megawati-Prabowo
Tadi Malam Kedua Pihak Bertemu, Besok Pastikan Klir

JAKARTA - Setelah sempat berkembang opsi berkoalisi dengan Demokrat, PDIP kembali fokus dengan agenda awal, menggandeng Partai Gerindra. Petinggi kedua partai kembali membuka dialog untuk menduetkan Megawati dan Prabowo Subianto.

Tadi malam wakil dari masing-masing parpol bertemu di Hotel Intercontinental, Jalan Sudirman. Kali ini sangat serius. Koalisi PDIP-Gerindra tenggelam ketika sejumlah elite PDIP dan Demokrat berkomunikasi intensif. Apalagi, Taufiq Kiemas sempat menyebut Prabowo bagian masa lalu.

Dalam pertemuan tadi malam, Kiemas tak hadir karena dirawat di RS MMC akibat kelelahan. Wakil PDIP tampak Sekjen DPP Pramono Anung, Ketua Badan Pemenangan Pilpres (BP-Pilpres) Theo Syafei, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Legislatif (BP-Pemilu) PDIP Tjahjo Kumolo, Ketua DPP Bidang Pemberdayaan Perempuan Puan Maharani, dan anggota Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP Sabam Sirait.

Dari kubu Gerindra dihadiri para wakil ketua umum. Di antaranya, Fadli Zon, Halida Hatta, dan Muchdi P.R. Hadir juga anggota Dewan Pembina Gerindra yang juga adik Prabowo Subianto, Hasyim Djojohadikusumo.

Setelah pertemuan, saat dicegat wartawan, Pramono Anung mengatakan bahwa PDIP dan Gerindra terus berupaya menyamakan persepsi dalam menghadapi pilpres. Pada dasarnya, PDIP dan Gerindra mempunyai kesamaan. ‘’Ini memang masih menjadi embrio. Bagaimana kelanjutannya, besok (Kamis ini, Red) adalah hari finalnya,'’ kata Pram -begitu dia akrab disapa. Dia menegaskan, paling lama 15 Mei PDIP dan Gerindra sudah dalam posisi klir.

Menurut Pram, ketika terjadi kesepakatan di antara kedua partai, itu harus menyeluruh. Tidak sebatas persoalan gerbong politik yang menjadi modal pencapresan. ‘’Tapi, bagaimana jaminan ke depan kalau kami diberikan kemenangan, mulai soal pemerintahan yang kuat hingga melakukan berbagai hal untuk masyarakat,'’ tegasnya.

Sabam Sirait menyampaikan, masing-masing tim teknis tersebut bertemu untuk membahas banyak hal. Salah satu di antaranya, bagaimana memenangi pemilu (presiden, Red). ‘’Kami nggak mau kalah kok. Caranya adalah bersatu. Menghimpun kekuatan bersama,'’ katanya.

Dia menyebutkan, masing-masing perwakilan kedua partai akan kembali bertemu Kamis hari ini. ‘’Setelah tim kecilnya ketemu lagi, baru ketua umumnya (Megawati dan Prabowo, Red) diundang,'’ tandasnya.

Tjahjo Kumolo mengatakan, PDIP dan Gerindra terus menghitung plus minus duet Megawati-Prabowo. ‘’Ini bukan masalah lebih cepat lebih baik. Politik itu harus sabar memutuskan seorang capres atau cawapres,'’ ujar Tjahjo yang juga ketua Fraksi PDIP di DPR.

Menurut dia, platform Mega dan Prabowo sudah sama. ‘’Tinggal mematangkan ya atau tidak, bisa atau tidak karena waktunya paling lambat besok sore (hari ini, Red),'’ tuturnya.

Tjahjo juga menyenggol kemungkinan koalisi PDIP dengan Demokrat. Dia menyatakan, komunikasi politik terus berjalan. Tapi, belum ada keputusan untuk deal. ‘’Untuk berkoalisi saya kira tidak,'’ katanya.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Muchdi P.R. menambahkan, kesepakatan dengan PDIP sangat strategis untuk masa depan bangsa. Hingga kini, ungkap dia, sudah ada komitment yang sama dalam menyikapi berbagai masalah kebangsaan dan pengembangan ekonomi kerakyatan.

Apakah Prabowo sudah menunjukkan tanda-tanda bersedia menjadi cawapres Megawati? ‘’Kami belum sampai pada masalah itu. Kami baru menyamakan persepsi. Kan masih ada beberapa hari. Masih cukup waktulah,'’ jawabnya, lantas tertawa. (pri/tof)

Uncategorized 8:01 am
[ Kamis, 14 Mei 2009 ]
PDIP dan Gerindra Hitung Plus Minus Duet Megawati-Prabowo
Tadi Malam Kedua Pihak Bertemu, Besok Pastikan Klir

JAKARTA - Setelah sempat berkembang opsi berkoalisi dengan Demokrat, PDIP kembali fokus dengan agenda awal, menggandeng Partai Gerindra. Petinggi kedua partai kembali membuka dialog untuk menduetkan Megawati dan Prabowo Subianto.

Tadi malam wakil dari masing-masing parpol bertemu di Hotel Intercontinental, Jalan Sudirman. Kali ini sangat serius. Koalisi PDIP-Gerindra tenggelam ketika sejumlah elite PDIP dan Demokrat berkomunikasi intensif. Apalagi, Taufiq Kiemas sempat menyebut Prabowo bagian masa lalu.

Dalam pertemuan tadi malam, Kiemas tak hadir karena dirawat di RS MMC akibat kelelahan. Wakil PDIP tampak Sekjen DPP Pramono Anung, Ketua Badan Pemenangan Pilpres (BP-Pilpres) Theo Syafei, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Legislatif (BP-Pemilu) PDIP Tjahjo Kumolo, Ketua DPP Bidang Pemberdayaan Perempuan Puan Maharani, dan anggota Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP Sabam Sirait.

Dari kubu Gerindra dihadiri para wakil ketua umum. Di antaranya, Fadli Zon, Halida Hatta, dan Muchdi P.R. Hadir juga anggota Dewan Pembina Gerindra yang juga adik Prabowo Subianto, Hasyim Djojohadikusumo.

Setelah pertemuan, saat dicegat wartawan, Pramono Anung mengatakan bahwa PDIP dan Gerindra terus berupaya menyamakan persepsi dalam menghadapi pilpres. Pada dasarnya, PDIP dan Gerindra mempunyai kesamaan. ‘’Ini memang masih menjadi embrio. Bagaimana kelanjutannya, besok (Kamis ini, Red) adalah hari finalnya,'’ kata Pram -begitu dia akrab disapa. Dia menegaskan, paling lama 15 Mei PDIP dan Gerindra sudah dalam posisi klir.

Menurut Pram, ketika terjadi kesepakatan di antara kedua partai, itu harus menyeluruh. Tidak sebatas persoalan gerbong politik yang menjadi modal pencapresan. ‘’Tapi, bagaimana jaminan ke depan kalau kami diberikan kemenangan, mulai soal pemerintahan yang kuat hingga melakukan berbagai hal untuk masyarakat,'’ tegasnya.

Sabam Sirait menyampaikan, masing-masing tim teknis tersebut bertemu untuk membahas banyak hal. Salah satu di antaranya, bagaimana memenangi pemilu (presiden, Red). ‘’Kami nggak mau kalah kok. Caranya adalah bersatu. Menghimpun kekuatan bersama,'’ katanya.

Dia menyebutkan, masing-masing perwakilan kedua partai akan kembali bertemu Kamis hari ini. ‘’Setelah tim kecilnya ketemu lagi, baru ketua umumnya (Megawati dan Prabowo, Red) diundang,'’ tandasnya.

Tjahjo Kumolo mengatakan, PDIP dan Gerindra terus menghitung plus minus duet Megawati-Prabowo. ‘’Ini bukan masalah lebih cepat lebih baik. Politik itu harus sabar memutuskan seorang capres atau cawapres,'’ ujar Tjahjo yang juga ketua Fraksi PDIP di DPR.

Menurut dia, platform Mega dan Prabowo sudah sama. ‘’Tinggal mematangkan ya atau tidak, bisa atau tidak karena waktunya paling lambat besok sore (hari ini, Red),'’ tuturnya.

Tjahjo juga menyenggol kemungkinan koalisi PDIP dengan Demokrat. Dia menyatakan, komunikasi politik terus berjalan. Tapi, belum ada keputusan untuk deal. ‘’Untuk berkoalisi saya kira tidak,'’ katanya.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Muchdi P.R. menambahkan, kesepakatan dengan PDIP sangat strategis untuk masa depan bangsa. Hingga kini, ungkap dia, sudah ada komitment yang sama dalam menyikapi berbagai masalah kebangsaan dan pengembangan ekonomi kerakyatan.

Apakah Prabowo sudah menunjukkan tanda-tanda bersedia menjadi cawapres Megawati? ‘’Kami belum sampai pada masalah itu. Kami baru menyamakan persepsi. Kan masih ada beberapa hari. Masih cukup waktulah,'’ jawabnya, lantas tertawa. (pri/tof)

BeritaMarch 20, 2009 7:14 am
BeritaJanuary 7, 2009 2:46 am

Inilah daftar para tokoh yang siap menjadi Calon Presiden (capres) Indonesia 2009-2014:


  • Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Susilo Bambang Yudhoyono: “Setelah mendekati pemilu tahun 2009, saya mempertimbangkan untuk maju kembali, Insya Allah, saya akan mencalonkan kembali sebagai capres tahun 2009,”

  • Jusuf Kala (JK), Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Jusuf Kalla

  • Megawati, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Megawati: ”Saya menerima pencalonan diri saya sebagai presiden dari PDI Perjuangan untuk maju dalam pemilihan presiden 2009 mendatang,”


  • Sutiyoso, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Sutiyoso: Penegasan Bang Yos–sapaan akrab Sutiyoso–itu dikemukakan saat dihibungi Warta Kota, Jumat (28/9) malam, menanggapi tawaran Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi Capres. Bahkan, Bang Yos mengaku, sudah ada belasan partai politik (parpol) yang menyatakan akan mencalonkan dirinya sebagai Capres.

  • Sri Sultan Hamengkubuwono X, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Sri Sultan Hamengkubuwono X: “Dan dengan niat yang tulus, saya menyatakan siap maju menjadi calon presiden dalam Pemilu 2009,”

  • Rizal Ramli, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Rizal Ramli: “Kami yakin akan menjadi magnet dalam perubahan,”

  • Yusril Ihza Mahendra, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Yusril Ihza Mahendra: “Saya berharap maju melalui PBB, dan untuk itu PBB harus mempunyai suara yang cukup untuk mencalonkan dirinya sebagai presiden,”

  • Amien Rais, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Amien Rais: “Kemarin Serikat Pekerja PLN Surabaya mendukung saya sebagai capres. Nah kalau masih ada banyak lagi Serikat Pekerja di seluruh Indonesia dan diikuti PAN mendukung saya sebagai capres, ya saya akan segera mendeklarasikan diri,”

  • Hidayat Nur Wahid, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Hidayat Nur Wahid: “Saya siap jika itu merupakan keputusan Majelis Syuro, tapi kan belum diputuskan,”

  • Akbar Tanjung, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Akbar Tanjung: “Saya siap mencalonkan diri menjadi presiden, namun mengenai partai yang mengusung saya belum bisa pastikan, apakah melalui kendaraan Partai Golkar atau beberapa partai lainnya yang sudah `meminang` saya,”

  • Gus Dur, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Gus Dur: “Saya siap kalau saya diperintahkan oleh ke lima orang tua yang dulu pernah minta saya jadi presiden,”

  • Rizal Malarangeng, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Rizal Malarangeng: “Saya siap ikut pilpres tahun 2009 walau harus berhadapan dengan Presiden dan mantan presiden,”

  • Sutrisno Bachir, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Sutrisno Bachir: ”Banyak yang menyarankan agar saya mencari pasangan tokoh Sunda (untuk pilpres 2009). Dia harus punya latar belakang akademis bagus,”

  • Prabowo, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Prabowo: “Kalau Gerindra memenuhi syarat untuk mencalonkan seseorang dan saya yang dibutuhkan sebagai capres, saya siap memberi jiwa raga untuk negeri,”

  • Wiranto, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Wiranto: “O ya, sejak dari awal sudah saya katakan berkali-kali soal pencalonan ini,”

  • Din Syamsuddin, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Din Syamsuddin: “Saya kira sudah sering saya katakan kalau sekedar menjawab siap, maka saya sebagai pemimpin ormas besar seperti Muhammadiyah harus menyatakan siap. Insyaallah,”

Nah dari semua calon kuat yang ada diatas, empat-lima orang akan terpilih untuk bertarung menjadi presiden di pilpres 2009 nantinya sesuai syarat untuk menjadi calon presiden yaitu memenuhi dukungan setidaknya 20% suara di DPR. Nah siapakah lima orang yang menurut anda bakal lolos menjadi capres?

Berita 2:11 am

Berita-Aktual-Jakarta, Partai Gerindra lahir akibat kondisi bangsa Indonesia yang makin hari makin mengalami keterpurukan, kondisi seperti inilah maka Gerindra lahir dan bertekad untuk berjuang bersama untuk menegakkan  kejayaan Indonesia Raya.

”Partai Gerindra mendapat nomor urut peserta pemilu No.5, yang mempunyai makna seperti Pancasila oleh karena itu perjuangan partai ini hanya untuk kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia”. Tutur H Toton Bahtiar

 

Keterpurukan bangsa kita ini disebabkan akibat kepemimpinan yang tidak tegas dalam mengambil suatu kebijakan sehingga diperlukan kepemimpinan baru yang bertindak tegas dan berwibawa.

 

Karena itu, Gerakan Indonesia Raya bertekad akan memperbaiki kondisi bangsa, partisipasi ini akan diwujudkan melalui partai. Partai Gerindra dalam pemilu 2009 akan mengusung Prabowo sebagai calon presiden karena telah memenuhi kriteria sebagai sosok yang tegas dan berwibawa dalam mengambil suatu kebijakan.

 

”Kami mengajak kader-kader Gerindra di Jakarta Barat  turun ke masyarakat untuk mendengarkan atau menyerap aspirasi, dengan demikian partai ini akan menjadi besar karena mau mendengarkan suara rakyat”. Tutur Tavip Hartawan dalam orasinya

 

Dari 6 parpol yang mempunyai jadwal kampanye pada hari ini ternyata hanya Partai Gerindra yang melaksanakan, ini menunjukkan keseriusan partai dalam mengikuti pemilu 2009 dan tidak main-main.(ZF)