Relawan Online Partai Gerindra

January 7, 2009

ANGGARAN RUMAH TANGGA GERINDRAPARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA

Filed under: ADART

ANGGARAN RUMAH TANGGA
PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA
GERINDRA
  


BAB I

KEANGGOTAAN 

Pasal 1

Syarat Keanggotaan

Syarat menjadi Anggota Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) adalah :

1.     Warga Negara Indonesia.

2.     Berusia sekurang-kurangnya 17 (tujuh belas) tahun atau telah nikah.

3.    Bersedia mematuhi Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan ketentuan-ketentuan partai lainnya.

4.     Bersedia menyatakan diri menjadi Anggota. 


BAB II

KEWAJIBAN DAN HAK ANGGOTA

 Pasal 2

Kewajiban Anggota

Setiap Anggota berkewajiban :

1.     Mematuhi dan melaksanakan seluruh Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga.

2.     Mematuhi dan melaksanakan keputusan Kongres dan ketentuan Partai lainnya.

3.     Mengamankan dan memperjuangkan kebijakan Partai.

4.     Membela kepentingan Partai dari setiap usaha dan tindakan yang merugikan Partai.

5.     Menghadiri Rapat-rapat dan kegiatan Partai.

6.     Berpartisipasi aktif dalam melaksanakan program perjuangan Partai.

7.     Membayar Iuran Anggota. 

Pasal 3

Hak Anggota

Setiap Anggota berhak :

1.     Memperoleh perlakuan yang sama.

2.     Mengeluarkan pendapat baik lisan maupun tulisan.

3.     Memilih dan dipilih.

4.     Memperoleh perlindungan dan pembelaan.

5.     Memperoleh pendidikan dan pelatihan kader.

6.     Memperoleh penghargaan dan kesempatan mengmbangkan diri  

BAB III

BERAKHIRNYA KEANGGOTAAN 

Pasal 4

1.     Berakhirnya keanggotaan karena :

a.     Mengundurkan diri atas permintaan sendiri secara tertulis.

b.     Diberhentikan.

c.     Meninggal dunia.

d.     Pindah ke partai lain. 

2.     Anggota diberhentikan karena:

a.     Tidak lagi memenuhi syarat sebagai Anggota

b.     Melanggar Anggara Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan atau Keputusan Kongres, dan atau Rapat Pimpinan Nasionald.     Melakukan tindakan atau perbuatan yang bertentangan dengan keputusan atau kebijakan Partai. 

3.     Ketentuan pemberhentian dan pembelaan diri Anggota diatur dalam Peraturan Organisasi. 

BAB IV

KADER

Pasal 5 

1.     Kader Partai adalah Anggota yang telah mengikuti Pendidikan dan Latihan Kader dan disaring atas dasar kriteria:

a.     Mental ideologi.

b.     Penghayatan terhadap visi, misi, dan platform Partai.

c.     Prestasi, dedikasi, disiplin, loyalitas, dan tidak tercela.

d.     Kepemimpinan.

e.     Militansi dan mandiri. 

2.     Dewan Pimpinan Pusat dapat menetapkan seseorang menjadi Kader Partai berdasarkan prestasi yang luar biasa. 

3.     Ketentuan lebih lanjut tentang Kader diatur dalam Peraturan Organisasi.   

BAB V

STRUKTUR DAN KEPENGURUSAN 

Pasal 6

1.     Susunan Dewan Pimpinan Pusat Partai terdiri atas:

a.     Ketua Umum

b.     Wakil Ketua Umum

c.     Ketua-ketua

d.     Sekretaris Jenderal

e.     Wakil-wakil Sekretaris Jenderal.

f.      Bendahara

g.     Wakil-wakil Bendahara

h.     Departemen-departemen 

 

2.     Dewan Pimpinan Pusat terdiri atas Pengurus Pleno dan Pengurus Harian.  

3.     Peserta Rapat Pleno adalah seluruh Pengurus Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Penasehat Pusat.  

4.     Pengurus Harian terdiri atas:

a.     Ketua Umum

b.     Wakil Ketua Umum

c.     Ketua-ketua

d.     Sekretaris Jenderal

e.     Wakil-wakil Sekretaris Jenderal

f.      Bendahara

g.     Wakil-wakil Bendahara 

 

5.     Jumlah Pengurus Harian DPP sebanyak-banyaknya 45 orang, dengan memperhatikan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30%. 

Pasal 7

1.     Susunan Dewan Pimpinan Daerah terdiri atas:

a. Ketua.

b. Wakil-wakil Ketua

c. Sekretaris

d. Wakil-wakil Sekretaris

e. Bendahara

f. Wakil-wakil Bendaharag. Biro-biro 

2.     Dewan Pimpinan Daerah terdiri atas Pengurus Pleno dan Pengurus Harian. 

3.     Peserta Rapat Pleno adalah seluruh Pengurus Dewan Pimpinan Daerah dan Dewan Penasehat Daerah. 

4.     Pengurus Harian terdiri dari:

a.     Ketua

b.     Wakil-wakil Ketua.

c.     Sekretaris.

d.     Wakil-wakil Sekretaris.

e.     Bendahara.

f.      Wakil-wakil Bendahara. 

5.     Jumlah Pengurus Harian DPD sebanyak-banyaknya 25 orang, dengan memperhatikan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30%. 

Pasal 8

1.     Susunan Dewan Pimpinan Cabang terdiri atas:

a. Ketua

b. Wakil-wakil Ketua

c. Sekretaris

d. Wakil-wakil Sekretaris

e. Bendahara

f. Wakil-wakil Bendahara

g. Seksi-seksi 

2.     Dewan Pimpinan Cabang terdiri atas Pengurus Pleno dan Pengurus Harian. 

3.     Peserta Rapat Pleno adalah seluruh Pengurus Dewan Pimpinan Cabang dan Dewan Penasehat Cabang. 

4.     Pengurus Harian terdiri dari:

a.     Ketua

b.     Wakil-wakil Ketua

c.     Sekretaris.

d.     Wakil-wakil Sekretaris

e.     Bendahara

f.      Wakil-wakil Bendahara 

5.     Jumlah Pengurus Harian DPC sebanyak-banyaknya 17 orang, dengan memperhatikan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30%. 

 

Pasal 9

1.     Susunan Pimpinan Anak Cabang terdiri atas:

a. Ketua.

b. Wakil-wakil Ketua

c. Sekretaris

d. Wakil-wakil Sekretaris

e. Bendahara

f. Wakil-wakil Bendahara 

2.     Pimpinan Kecamatan terdiri atas Pengurus Pleno dan Pengurus Harian. 

3.     Peserta Rapat Pleno adalah seluruh Pengurus Pimpinan Anak Cabang dan Dewan Penasehat Anak Cabang. 

4.     Pengurus Harian terdiri dari:

a.     Ketua.

b.     Wakil-wakil Ketua

c.     Sekretaris

d.     Wakil-wakil Sekretaris

e.     Bendahara

f.      Wakil-wakil Bendahara 

5.     Jumlah Pengurus Harian Anak Cabang sebanyak-banyaknya 11 orang, dengan memperhatikan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30%. 

 

Pasal 10

1.     Susunan Pimpinan Ranting atau sebutan lain terdiri atas:

a.     Ketua.

b.     Wakil-wakil Ketua

c.     Sekretaris

d.     Wakil-wakil Sekretaris

e.     Bendahara

f.      Wakil-wakil Bendahara 

2.     Pimpinan Ranting atau sebutan lain terdiri atas Pengurus Pleno dan Pengurus Harian. 

3.     Peserta Rapat Pleno adalah seluruh Pengurus Pimpinan Ranting atau sebutan lain dan Dewan Penasehat Ranting atau sebutan lain. 

4.     Pengurus Harian terdiri dari:a.     Ketuab.     Wakil-wakil Ketuac.     Sekretarisd.     Wakil-wakil Sekretarise.     Bendaharaf.      Wakil-wakil Bendahara. 

5.     Jumlah Pengurus Harian Ranting sebanyak-banyaknya 9 orang, dengan memperhatikan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30%. 

6.     Pimpinan Ranting atau sebutan lain membentuk Kelompok Kader. 

7.     Ketentuan lebih lanjut tentang pembentukan Kelompok Kader diatur dalam Peraturan Organisasi. 

 

Pasal 11

1.     Perwakilan Partai di Luar Negeri dibentuk di satu negara dan/atau gabungan beberapa negara.

2.     Susunan Pengurus Perwakilan Partai di Luar Negeri sekurang-kurangnya terdiri atas:

a.     Ketua

b.     Wakil-wakil Ketua

c.     Sekretaris

d.     Wakil-wakil Sekretaris

e.     Bendahara

f.      Wakil-wakil Bendahara  

 

Pasal 12

1.     Syarat-syarat menjadi Pengurus Partai:

a.     Menyetuji Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan Platform Perjuangan Partai

b.     Pernah mengikuti Pendidikan dan Latihan Kader Partai.

c.     Memiliki prestasi, dedikasi, disiplin, loyalitas dan tidak tercela.

d.     Memiliki kapabilitas dan akseptabilitas.

e.     Tidak pernah terlibat G 30 S/PKI.

f.      Bersedia meluangkan waktu dan sanggup bekerjasama secara kolektif dalam Partai. 

2.     Setiap Pengurus Partai dilarang merangkap jabatan dalam kepengurusan Dewan Pimpinan/Pimpinan Partai, yang bersifat vertikal. 

Pasal 13

1.     Lowongan antar waktu Pengurus terjadi karena:

a.     Meninggal dunia

b.     Mengundurkan diri atas permintaan sendiri secara tertulis.

c.     Diberhentikan.

d.     Pindah partai 

2.     Kewenangan pemberhentian Pengurus sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf b diatur sebagai berikut:

a.     Untuk Dewan Pimpinan Pusat dilakukan oleh Rapat Dewan Pimpinan Pusat dan dilaporkan kepada Rapat Pimpinan Nasional.

b.     Untuk Dewan Pimpinan Daerah dilakukan oleh Dewan Pimpinan Pusat berdasarkan usul Dewan Pimpinan Daerah.

c.     Untuk Dewan Pimpinan Cabang dilakukan oleh Dewan Pimpinan Pusat berdasarkan usul Dewan Pimpinan Cabang.

d.     Untuk Pimpinan Anak Cabang dilakukan oleh Dewan Pimpinan Cabang berdasarkan usul Pimpinan Anak Cabang.

e.     Untuk Pimpinan Ranting atau sebutan lain dilakukan oleh Pimpinan Anak Cabang berdasarkan usul Pimpinan Ranting atau sebutan lain. 

3.     Tata cara pemberhentian Pengurus dan hak membela diri diatur dalam Peraturan Organisasi. 

Pasal 14

Pengisian lowongan antar waktu Pengurus Dewan Pimpinan Pusat ditetapkan oleh Rapat Dewan Pimpinan Pusat dan dilaporkan kepada Rapat Pimpinan Nasional. 

Pasal 15

Pengisian lowongan antar waktu Pengurus Dewan Pimpinan Daerah dilakukan oleh Dewan Pimpinan Pusat berdasarkan usul Dewan Pimpinan Daerah. 

Pasal 16

Pengisian lowongan antar waktu Pengurus Dewan Pimpinan Cabang dilakukan oleh Dewan Pimpinan Pusat berdasarkan usul Dewan Pimpinan Cabang. 

Pasal 17

Pengisian lowongan antar waktu Pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang dilakukan oleh Dewan Pimpinan Cabang berdasarkan usul Dewan Pimpinan Anak Cabang. 

Pasal 18

Pengisian lowongan antar waktu Pengurus Dewan Pimpinan Ranting atau sebutan lain dilakukan oleh Dewan Pimpinan Anak Cabang berdasarkan usul Dewan Pimpinan Ranting atau sebutan lain. Pasal 19Pengurus pengganti antar waktu melanjutkan sisa masa jabatan Pengurus yang digantikannya. 

BAB VI

KEDUDUKAN DAN TUGAS BADAN DAN LEMBAGA 

Pasal 20 

1.     Badan dan atau Lembaga dapat dibentuk di setiap tingkatan organisasi sesuai dengan kebutuhan yang berkedudukan sebagai sarana penunjang pelaksanaan program Partai.

2.     Komposisi dan personalia kepengurusan Badan dan atau Lembaga diangkat dan diberhentikan oleh Dewan Pimpinan Partai sesuai dengan tingkatannya.

3.     Badan dan atau Lembaga dapat melakukan koordinasi dengan Badan atau Lembaga yang berada satu tingkat di bawahnya.

4.     Ketentuan lebih lanjut mengenai Badan dan atau Lembaga diatur dalam Peraturan Organisasi. 

Anggaran Rumah Tangga Partai Gerindra selengkapnya bisa didownload disini

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://gerindra.blogsome.com/2009/01/07/anggaran-rumah-tangga-gerindrapartai-gerakan-indonesia-raya/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by B A Khan