Relawan Online Partai Gerindra

July 1, 2009

Prabowo menyerang Boediono

Filed under: Berita

Diserang Prabowo,Boediono MelawanJakarta (Bali Post)
Cawapres Boediono mulai berani menyerang pada debat kedua calon wakil presiden yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa (30/6) malam kemarin di Ruang Birawa, Gedung Bidakara, Jakarta. Perlawanan Boediono dilakukan setelah cawapres Prabowo dan cawapres Wiranto beberapa kali menyentil dalam acara debat yang kali ini bertema ‘Meningkatkan Kualitas Hidup’ yang difokuskan pada isu kesehatan dan pendidikan.

Di awal acara, debat yang dimoderatori Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Fahmi Idris ini terlihat cair. Ketiga cawapres diberi kesempatan saling menanggapi sosok pribadi masing-masing. Di antara ketiganya, Wiranto mengaku mengenal sosok Prabowo Subianto dan Boediono, begitu pula sebaliknya. Sementara Prabowo Subianto dan Boediono tegas mengatakan tidak kenal secara pribadi.

‘Saya kenal beliau aktif di militer, bukan kenal secara pribadi, tetapi kan nama beliau sudah beken. Waktu itu di pemerintahan begitu juga sudah mengenal beliau,’ kata Boediono. Sementara Prabowo mengatakan, Boediono adalah sosok akademisi, intelektual, dan mengabdi kepada bangsa dan negara cukup lama. Meski diakuinya tidak kenal secara pribadi, karena tidak pernah bertugas bersama.

Namun, suasana cair yang dibangun terlihat agak tegang saat acara debat memasuki sesi pertanyaan dengan saling menanggapi pernyataan antarcawapres. Perlawanan Boediono terlontar saat pertanyaan moderator mengenai langkah dan program cawapres tentang bagaimana policy, arah pendidikan bangsa ini ke depan dikaitkan dengan pendidikan keterampilan dan akademik.

Boediono yang mendapat giliran pertama menjawab bahwa pendidikan adalah kunci. Untuk itu, harus cermat menggunakan 20 persen yang diamanatkan konstitusi dan harus tepat dalam menentukan arah pendidikan itu. ‘Jangan dipatok mati, nanti tidak fleksibel antara kejuruan dan umum, barangakli rasionya 60 kejuruan, dan 40 umum,’ kata Boediono.

Untuk memastikan akan digunakan atau tidak, tergantung situasi dari waktu ke waktu. Terpenting, kata Boediono, yang diperlukan adalah kualitas manusia Indonesia yang memerlukan pendidikan mendasar seperti logika dan penghitungan mendasar yang dimulai dari bawah.

Cawapres Wiranto yang diberi kesempatan menanggapi, mengawalinya dengan nada bercanda, boleh dekat-dekat, sambil menuju arah Boediono. Dia lalu berpendapat bahwa sebagian setuju, sebagian kurang sependapat, karena menceredaskan pendidikan bangsa adalah tugas negara. Padahal, globalisasi diwarnai persaingan luar biasa. Karena itu, globalisasi harus yang berdaya saing agar tidak kalah dengan bangsa lain. ‘Untuk itu, bagi saya antara keterampilan dan akademi, kita kekurangan dengan apa yang disebut manajemen modern. Harus ada keseimbangan antara kejuruan dan umum. Salah antisipasi, kita akan kalah,’ ujarnya.

Sementara cawapres Prabowo meresponsnya dengan mengatakan bahwa jawaban Boediono terlalu normatif. Memang tidak ada salah, tetapi itu seperti jawaban akademis, jawaban sekolah. ‘Masalahnya yang kita hadapi sekarang adalah dari mana uangnya,’ tanyanya.

Diakuinya, dirinya menyadari bahwa pendidikan vital, pendidikan kunci dari perubahan strategi baru, paradigma baru, haluan baru. ‘Ini koreksi dari satu keadaan yang tidak mau membawa kesejahteraan kepada rakyat Indonesia,’ sindirnya.

Mendengar sindiran tersebut, Boediono mulai berani menunjukkan perlawanannya. Dia mengatakan bahwa program yang ditawarkan Prabowo jika terpilih hanya program impian belaka. Uang dikatakan Prabowo dapat diperoleh dalam jumlah ratusan triliun dalam tempo dua tiga tahun melalui penjadwalan utang, yang dibenarkan PBB dan millennium development goal, menurut Boediono, tidak akan terealisasi. Itu suatu yang perlu dikaji kembali.

‘Tidak mungkin kita mendapatkan jumlah cukup besar, sehingga kemudian dapat melipatkan dua kali anggaran dengan penjadwalan utang. Ini adalah kenyataan dunia, kenyataan yang kita hadapi. Bukan mimpi. Oleh karena itu, kita harus kongkret, realistis, apa yang kita lakukan satu dua tahun ke depan. Yang paling penting adalah kemampuan membiayai dari dalam negeri dan membatasi pengeluaran-pengeluaran,’ ujarnya.

Sindiran Boediono tersebut, dijawab kembali Prabowo saat diberi kesempatan pada sesi penutupan acara debat. ‘Tadi Pak Boediono mengatakan saya hanya tebar impian. Bukan impian Pak Boediono. Yang kami tebar adalah harapan baru, atau kita laksanakan suatu perubahan besar,’ kata Prabowo.

Bahkan, Prabowo mengatakan apakah masih perlu melanjutkan program yang sudah jelas tidak mampu membawa rakyat ke arah perubahan. ‘Kita merebut kembali kedaulatan ekonomi, kita rebut kembali kekayaan nasional kita. Kembali untuk dimanfaatkan oleh rakyat Indonesia semua. Itu pilihan yang ada di depan kita. Ibu Mega dan saya sendiri mengajak mari kita lakukan perubahan besar,’ kata Prabowo. (kmb4)

May 27, 2009

Gerindra Tanggapi Terbuka Ajakan Hatta

Filed under: Berita
Gerindra Tanggapi Terbuka Ajakan Hatta
Mevi Linawati
Hatta Rajasa

INILAH.COM, Jakarta - Partai Gerindra menyambut baik ajakan Ketua Tim Sukses Hatta Rajasa terkait kampanye damai. Hal tersebut dilakukan terkait kian gencar saling serang anatar berbagai tim sukses kandidat capres-cawapres.

"Belum ada secara resmi, dan saya kira ajakan itu ajakan yang baik. Karena kita menginginkan adanya kampanye politik yang santun dan baik," kata Sekretaris Umum Tim Kampanye Mega-Prabowo, Fadli Zon di Mega-Prabowo Media Center, Jakarta, Selasa (26/5).

Menurut Wakil Ketua Umum Wakil Partai Gerindra ini, pihaknya menyayangkan jika ada pihak-pihak yang menyerang bakal cawapres Prabowo Subianto. Seperti yang dilakukan Juru Bicara Tim Sukses Boediono, Rizal Mallarangeng.

"Tapi siapa yang serang duluan, kita tidak mau serang balik. Hanya klarifikasi terhadap pernyataan Rizal, jangan sampai di pukul air muncrat ke muka sendiri," imbuhnya.

Berbagai kritikan seperti mahzab ekonomi kerakyatan yang dianut dan gaya hidup, dikatakan dia, bukanlah merupakan black campaign. "Tidak, saya kira itu kampanye biasa," ucapnya.

Black campaign, tutur dia, adalah pernyataan yang tidak diketahui sumbernya. Seperti memunculkan selebaran gelap dan tulisan-tulisan di internet yang isinya menjelek-jelekkan tanpa identitas yang jelas.

"Kalau negative campaign itu ada identitas siapa yang mengeluarkannya. Bagi kami tidak ada masalah selama ada yang bertanggungjawab," jelasnya.

Karenanya, dia mengaharapkan dapat diberikan kesempatan berdebat dengan adik kandung Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng. "Makanya saya pertanyakan Rizal itu sebagai apa. Kalau saya mau sekali debat ekonomi kerakyatan sama dia, sangat senang hati" tandasnya seraya menantang. [jib]

Politik ‘Pacu Kuda’ Prabowo

Filed under: Berita
Politik ‘Pacu Kuda’ Prabowo
Herdi Sahrasad
Prabowo Subianto
[inilah.com/Noerma]

INILAH.COM, Jakarta – Keterbukaan Prabowo Subianto kepada publik untuk melihat sendiri laporan KPK atas harta kekayaannya, menunjukkan transparansi dan akuntabilitasnya sebagai seorang anak bangsa yang profesional. Uang diraupnya dari beragam bidang usaha.

Prabowo menjadi calon wapres multidimensi. Dia dianggap sebagai cawapres terkaya. Tapi, dia juga diejek kalangan yang sinis terhadapnya dengan tuduhan pelanggar hak asasi manusia (HAM).

Toh, Prabowo terus tampil secara otentik dan apa adanya. Dia membuka diri bagi KPK dan publik untuk menghitung pula kekayaannya. Dia berkuda sekaligus berpolitik, berkali-kali jatuh dan bangkit lagi, seakan tak pernah menyerah. Dia energik. Akankah politik Prabowo bakal merambah?

Prabowo bersikap legowo atas kritik pedas dari Goenawan Mohamad dan para aktivis HAM soal dirinya. Tapi banyak orang tahu bahwa Goenawan bisa maju antara lain justru oleh sentuhan Prof Sumitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo, yang peduli atas karir Goenawan sebagai wartawan.

Prabowo pernah kalah mengikuti konvensi Golkar. Dia pernah pula kalah dalam ‘rivalitas di TNI’. Tapi, dia bangkit dengan energi yang seakan jatuh dari langit. Setelah disingkirkan dari ketentaraan, dia berpindah haluan menjadi pengusaha. Hasilnya, assetnya meluap bagai arus air Niagara.

Tak dinyana, sebagai pengusaha, Prabowo justru meroket dalam keberhasilan dan keberlimpahan. Tak hanya di bidang militer dia piawai, di bidang dunia usaha, Prabowo sejatinya sangat gigih dan profesional. Assetnya berlimpah.

Sebagai cawapres, Prabowo sudah mendaftarkan binatang peliharaan kuda berjumlah 84 ekor, yang membuat dia menjadi cawapres terkaya dengan total harta Rp 1,6 triliun. Mantan Panglima Kostrad itu mendaftarkan kuda, binatang peliharaan, sebagai harta kekayaan karena ternyata harganya melebihi mobil mewah.

Mobil sedan BMW 750Li saja berharga sekitar Rp 2,5 miliar. Mercedes Benz terbaru, seri E300, sekitar Rp 1,3 miliar. Kuda-kuda milik Prabowo, harganya mencapai Rp 3 miliar. Tidak ada orang lain di Indonesia yang punya kuda dengan nilai semahal itu. Ada yang menyebut pula bahwa harga kuda-kuda itu, mungkin termahal di Asia.

Selain ditunggangi sendiri, kuda-kuda peliharaan Prabowo juga dapat menghasilkan uang. Hewan-hewan itu disewakan kepada orang umum yang ingin kursus menunggang kuda. Orang umum dapat menjadi anggota untuk latihan menunggang kuda. Biaya sewa kuda dan pelatih Rp 500.000 untuk durasi 45 menit.

Peserta kursus menunggang kuda yang dibolehkan berlatih minimum berusia enam tahun. “Dana dari penyewaan kuda itu cukup bagus,” kata seorang staf Prabowo.

Kini Prabowo tak hanya pacu kuda di lapangan. Di gelanggang politik, dia harus berpacu dengan capres-wapres yang lain untuk memenangkan perlombaan ‘balapan politik’ meraih simpati publik dan konstituen.

Sudah tentu, Prabowo bermaksud ingin mengabdi kepada rakyat negeri ini dengan mengikuti kontestasi pemilihan presiden 2009. Soal menang atau kalah, Prabowo berwatak legowo. Yang penting baginya, pemilu harus jurdil dan bermartabat. Jika pemilu tak jurdil dan tak bermartabat, orang tahu bahwa pihak yang menang bakal kuwalat.

“Jadi, pemilu jurdil, bersih dan bermartabat adalah prasyarat bagi kepemimpinan yang amanah. Jika proses pemilu presiden nanti buruk, tak bersih dan tak jurdil, maka siapapun pemenangnya, akan nelangsa karena mengingkari amanat rakyat. Pemerintah dan KPU yang mesti bertanggung jawab dan bertanggung gugat,” kata pemerhati politik Hariman Siregar, mantan tokoh Malari.

Sigit Pamungkas dari Fisipol-UGM melihat Prabowo baru jadi cawapres saja sudah mengejutkan dan mencemaskan lawan politiknya. “Prabowo seakan sang pendobrak dan sebaiknya merambah pasar Islam dan mendorong umat Islam memilihnya, demi memperbesar suaranya dalam pilpres,” ujarnya.

Prabowo tak membolehkan para pendukung dan tim suksesnya melakukan black campaign. Bahkan dia membiarkan saja lawan-lawan politik menyudutkan dirinya dengan isu HAM. Prabowo makin matang, meminta maaf atas kesalahannya di masa lalu dan bersikap apa adanya.

Prabowo tampil genuine, apa adanya, dan punya daya dobrak. Orang yakin JK-Wiranto dan Mega-Prabowo mampu menggagalkan SBY untuk menang satu putaran. Jika terjadi dua putaran, SBY pasti deg-degan. “Apalagi jika Mega-Prabowo yang lolos ke putaran kedua, pasti JK-Win mendukung mereka. Dan, pasti SBY lebih deg-degan lagi,” ungkap Umar S Bakry, pengamat politik.

Kembalinya Prabowo ke gelanggang politik melalui Gerindra, seakan menuruti alur langkahnya untuk kembali berkuda. Tak menyerah, dan terus menembus sejarah. [I4]

March 20, 2009

Partai Peserta Pemilu 2009

Filed under: Berita

January 7, 2009

Kandidat Calon Presiden Indonesia Pada Pemilu 2009

Filed under: Berita

Inilah daftar para tokoh yang siap menjadi Calon Presiden (capres) Indonesia 2009-2014:


  • Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Susilo Bambang Yudhoyono: “Setelah mendekati pemilu tahun 2009, saya mempertimbangkan untuk maju kembali, Insya Allah, saya akan mencalonkan kembali sebagai capres tahun 2009,”

  • Jusuf Kala (JK), Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Jusuf Kalla

  • Megawati, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Megawati: ”Saya menerima pencalonan diri saya sebagai presiden dari PDI Perjuangan untuk maju dalam pemilihan presiden 2009 mendatang,”


  • Sutiyoso, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Sutiyoso: Penegasan Bang Yos–sapaan akrab Sutiyoso–itu dikemukakan saat dihibungi Warta Kota, Jumat (28/9) malam, menanggapi tawaran Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi Capres. Bahkan, Bang Yos mengaku, sudah ada belasan partai politik (parpol) yang menyatakan akan mencalonkan dirinya sebagai Capres.

  • Sri Sultan Hamengkubuwono X, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Sri Sultan Hamengkubuwono X: “Dan dengan niat yang tulus, saya menyatakan siap maju menjadi calon presiden dalam Pemilu 2009,”

  • Rizal Ramli, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Rizal Ramli: “Kami yakin akan menjadi magnet dalam perubahan,”

  • Yusril Ihza Mahendra, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Yusril Ihza Mahendra: “Saya berharap maju melalui PBB, dan untuk itu PBB harus mempunyai suara yang cukup untuk mencalonkan dirinya sebagai presiden,”

  • Amien Rais, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Amien Rais: “Kemarin Serikat Pekerja PLN Surabaya mendukung saya sebagai capres. Nah kalau masih ada banyak lagi Serikat Pekerja di seluruh Indonesia dan diikuti PAN mendukung saya sebagai capres, ya saya akan segera mendeklarasikan diri,”

  • Hidayat Nur Wahid, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Hidayat Nur Wahid: “Saya siap jika itu merupakan keputusan Majelis Syuro, tapi kan belum diputuskan,”

  • Akbar Tanjung, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Akbar Tanjung: “Saya siap mencalonkan diri menjadi presiden, namun mengenai partai yang mengusung saya belum bisa pastikan, apakah melalui kendaraan Partai Golkar atau beberapa partai lainnya yang sudah `meminang` saya,”

  • Gus Dur, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Gus Dur: “Saya siap kalau saya diperintahkan oleh ke lima orang tua yang dulu pernah minta saya jadi presiden,”

  • Rizal Malarangeng, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Rizal Malarangeng: “Saya siap ikut pilpres tahun 2009 walau harus berhadapan dengan Presiden dan mantan presiden,”

  • Sutrisno Bachir, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Sutrisno Bachir: ”Banyak yang menyarankan agar saya mencari pasangan tokoh Sunda (untuk pilpres 2009). Dia harus punya latar belakang akademis bagus,”

  • Prabowo, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Prabowo: “Kalau Gerindra memenuhi syarat untuk mencalonkan seseorang dan saya yang dibutuhkan sebagai capres, saya siap memberi jiwa raga untuk negeri,”

  • Wiranto, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Wiranto: “O ya, sejak dari awal sudah saya katakan berkali-kali soal pencalonan ini,”

  • Din Syamsuddin, Calon presiden, pemilu 2009, indonesia

    Din Syamsuddin: “Saya kira sudah sering saya katakan kalau sekedar menjawab siap, maka saya sebagai pemimpin ormas besar seperti Muhammadiyah harus menyatakan siap. Insyaallah,”

Nah dari semua calon kuat yang ada diatas, empat-lima orang akan terpilih untuk bertarung menjadi presiden di pilpres 2009 nantinya sesuai syarat untuk menjadi calon presiden yaitu memenuhi dukungan setidaknya 20% suara di DPR. Nah siapakah lima orang yang menurut anda bakal lolos menjadi capres?

Prabowo Calon Presiden

Filed under: Berita

Berita-Aktual-Jakarta, Partai Gerindra lahir akibat kondisi bangsa Indonesia yang makin hari makin mengalami keterpurukan, kondisi seperti inilah maka Gerindra lahir dan bertekad untuk berjuang bersama untuk menegakkan  kejayaan Indonesia Raya.

”Partai Gerindra mendapat nomor urut peserta pemilu No.5, yang mempunyai makna seperti Pancasila oleh karena itu perjuangan partai ini hanya untuk kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia”. Tutur H Toton Bahtiar

 

Keterpurukan bangsa kita ini disebabkan akibat kepemimpinan yang tidak tegas dalam mengambil suatu kebijakan sehingga diperlukan kepemimpinan baru yang bertindak tegas dan berwibawa.

 

Karena itu, Gerakan Indonesia Raya bertekad akan memperbaiki kondisi bangsa, partisipasi ini akan diwujudkan melalui partai. Partai Gerindra dalam pemilu 2009 akan mengusung Prabowo sebagai calon presiden karena telah memenuhi kriteria sebagai sosok yang tegas dan berwibawa dalam mengambil suatu kebijakan.

 

”Kami mengajak kader-kader Gerindra di Jakarta Barat  turun ke masyarakat untuk mendengarkan atau menyerap aspirasi, dengan demikian partai ini akan menjadi besar karena mau mendengarkan suara rakyat”. Tutur Tavip Hartawan dalam orasinya

 

Dari 6 parpol yang mempunyai jadwal kampanye pada hari ini ternyata hanya Partai Gerindra yang melaksanakan, ini menunjukkan keseriusan partai dalam mengikuti pemilu 2009 dan tidak main-main.(ZF)

Sandalisme

Filed under: Berita

Prabowo Subianto jujur ketika mengatakan, ”Sekarang saya jadi agak menyesal juga tidak melakukan kudeta.” Prabowo, calon presiden Partai Gerindra, mengucapkan pernyataan itu di kantor DPP-PPP, Senin (15/12).

Makin banyak yang buka mulut tentang masa lalu, makin terang benderanglah sejarah bangsa. Ingat slogan Bung Karno, ”Jas Merah” alias ”Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah”?

Jangan ”menyapu sampah ke bawah karpet” seperti Jerman dan Jepang menyembunyikan aib Hitler dan fasisme Perang Dunia II. Pembelokan sejarah hanya menyuburkan kebodohan.

Sebelum Prabowo, BJ Habibie dan Wiranto angkat bicara tentang kerusuhan Mei 1998. Tak sedikit kalangan di Jakarta pada hari-hari penting itu mafhum ada indikasi percobaan kudeta.

Fakta itu membuktikan sejarah akrab dengan kekerasan. Wong mau merdeka saja sempat menculik Bung Karno dan Bung Hatta sehari sebelum 17 Agustus 1945.

Sejak saat itu kultur kekerasan bak jamur pada musim hujan. Bentuknya, pengkhianatan, pemberontakan, pembunuhan, kerusuhan, penculikan, dan pendongkelan.

Pengkhianatan sudah dimulai tahun 1948 di Madiun sampai 1965 di Jakarta. Bahkan, ada ”pengkhianatan mini” pada peristiwa 17 Oktober 1952 dan Penodaan Pancasila 1 Juni 2008 di Monas.

Ada pemberontakan RMS, Daud Beureuh, Kartosuwirjo, atau PRRI/Permesta. Anehnya, tiap pemerintah malah curiga dan cepat panik menghadapi ”pemberontakan” buruh dan mahasiswa prorakyat.

Pembunuhan beraneka, mulai dari eksekusi perseorangan sampai pembantaian. Ia tak cuma bersifat fisik, tetapi nonfisik, seperti pembunuhan kreativitas novel bagus, buku sejarah, atau film bermutu.

Kerusuhan menjadi menu favorit, baik versi yang disetel elite, seperti Malari 1974, maupun versi pascapilkada. Menu kerusuhan diakhiri hidangan penutup ”ganyang” kaum minoritas dan para pembela Bhinneka Tunggal Ika.

Penculikan bukan cuma dialami kedua Proklamator, tetapi juga jenderal, politisi, aktivis, sampai artis. Tiap tahun sejak medio 1950-an sampai 1965 selalu merebak rumor kudeta terhadap Bung Karno.

Nah, Wiranto berbicara tentang surat penyerahan kekuasaan dari Presiden Soeharto tahun 1998. Prabowo agak menyesal tak mengudeta Presiden BJ Habibie.

Namun, kudeta tak seperti membalikkan telapak tangan. Akan terlalu banyak kalangan antikudeta di dalam maupun luar negeri.

Sejarah bak air sungai yang mengalir sesuai keinginannya sendiri. Sia-sia bagi siapa pun yang mencoba membendungnya walau masih mungkin bagi Anda nyemplung ke kali.

Mereka yang berminat pada kekuasaan tentu boleh bermimpi. Namun, mereka juga wajib mencamkan baik-baik pepatah vox populi vox dei (suara rakyat adalah suara Tuhan).

Nah, aneka kekerasan akan absen jika semua pihak menjunjung tinggi demokrasi. Itu sebabnya rakyat berharap kepada calon-calon presiden—termasuk Prabowo—yang berminat memimpin negeri ini.

Apalagi, tahun depan pilpres berbenturan dengan tsunami ekonomi. Pilpres peluang bagi pemimpin untuk membuktikan diri menyelamatkan bangsa dari krisis multidimensi.

Rakyat akan memilih pemimpin yang rajin bekerja, bukan yang pandai bicara, apalagi kekecewaan rakyat, yang makin hari makin apatis, sudah sampai di leher alias nyaris tumpah jadi muntah.

Rakyat berhak memuntahkan rasa kecewa, termasuk melempari aneka benda. Budaya lempar tak ubahnya upacara yang sudah dikenal sejak dahulu kala.

Umat Muslim yang beribadah haji wajib melakukan lempar jumrah. Anda dipersilakan melempar koin di Fontana di Trevi, Roma (Italia), konon untuk mendapat jodoh atau kembali berkunjung ke Roma.

Orang Jepang melempar koin tiap Tahun Baru sebagai rasa syukur sambil mengharapkan berkah. Rakyat Chad kalau kecewa melempari pemimpinnya dengan sepasang celana.

Presiden AS George W Bush kena batunya, untung sepatu gagal mendarat di kepalanya. Itu pelajaran bagi pemimpin yang gemar ”melempar” kebohongan massal ke seluruh dunia.

Sang wartawan membuktikan sepatu lebih ampuh daripada pena. Para pengawal pribadi Bush lengah karena ngelamun membayangkan betapa lebih enaknya mengawal Presiden Barack Obama.

Bush mengaku bahagia karena akhirnya bisa membuktikan Irak memiliki foot wear of mass destruction (alas kaki pemusnah massal). Ia bangga karena mampu menghindari serangan shoe-icide bomber.

Banyak yang kagum kepada sang pelempar sepatu karena ia melakukan pelecehan—bukan kekerasan. Ia membuktikan sosok Bush lebih rendah dibandingkan sepatu yang melindungi kaki dari kotoran.

Dan, sang wartawan tidak bersikap ”melempar batu sembunyi tangan”. Banyak orangtua yang ingin menikahkan putri mereka dengan sang wartawan yang kini masih meringkuk di tahanan.

Tiap orang paham kekecewaan sang wartawan karena serbuan pasukan AS menewaskan 600.000 korban.

Saya bayangkan bagaimana jika sepasang sepatu itu diganti dengan sepasang sandal jepit yang terbuat dari karet. Toh, sandal karet takkan membuat kepala benjol. Dengan demikian, bisa dikatakan bukan kekerasan ala ”vandalisme”, hanya ”sandalisme” yang bersifat hiburan.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by B A Khan